Ad (728x90)

Tampilkan postingan dengan label database. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label database. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

BACKUP AND RECOVERY, DISASTER PLANNING


Backup Database
Yaitu suatu proses yang mengacu kepada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.

Kerusakan data meliputi :
  1. Statement filure : Kerusakan statemen terjadi bila terjadi kesalahan logika saat memberikan perintah. Misal memberikan insert max pd sbuah table, namun ttp dilakukan insert pd tbel tsb karena tidak ada ruang yang kosong, maka hal ini akan menyebabkan suatu kesalahan.

  1. User process failure : Kesalah proses adalah kesalahan yang terjadi pada user, server, atau proses background database (misalnya, sebuah connect atau proses disconnect yang tidak sempurna).
  2. User error : Kesalahan ini biasanya dilakukan oleh user yang belum banyak mengetahui tentang prinsip-prinsip aplikasi yang digunakan. Misalnya kesalahan dalam pemindahan tabel, dan yang lainnya. Seorang administrator database dapat sedikit mencegah kesalahan ini, misalnya dengan memberikan training tentang prinsip-prinsip aplikasi yang digunakan.
  3. Network failure : Kesalahan ini terjadi saat melakukan komunikasi jaringan. Pada saat pendistribusian database  software yang digunakan rusak.
  4. Instance failure : Pemadaman listrik yg menyebabkan server mnjdi tdk trsedia
  5. Media failure : File tidak sengaja terhapus, crash pada hardisk
Tujuan Back up
·         Meningkatkan Mean-Time-Between Failures (MTBF)
·         Menurunkan Mean-Time-To-Recover (MTTR)
·         Meminimalkan kehilangan data
·         Melindungi database dari segala kemungkinan kerusakan
Recovery
Recovery : Merupakan suatu prosedur untuk melakukan pemilihan terhadap data yang hilang maupun yang rusak.
Tujuan Recovery
Untuk  me-restore hasil dari backup fisik data file atau control file dengan cara memulihkan data file serta control file agar kembali tersedia di server database.
Yang digunakan untuk recovery
·         File data : Menyimpan semua data yang ada dalam database. Objek skema seperti tabel, index, dan sebagainya secara fisik tersimpan dalam file ini.
·         File Control : Menyimpan struktur fisik dari database seperti nama database, nama dan lokasi file data dalam redo log dan sebagainya. File kontrol ini bertindak seperti header dan database.Tanpa file ini, Anda tidak pernah bisa melakukan startup database.
·         File Redo log : Menyimpan semua perubahan yang terjadi pada database. File inilah yang nantinya digunakan dalam proses recovery.

Agar penyelamatan DB dapat maksimal, maka harus dilakukan :
1.      Penjadwalan backup scra teratur
2.      Melipatgandakan control files
3.      Melipatgandakan redo log groups
4.      Menyimpan arsip cpy redo log
Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak.
Berbagai bencana yang mungkin terjadi antara lain adalah:
1.      Bencana alam disebabkan oleh kondisi geografis dan geologis dari lokasi
2.      Kebakaran disebabkan oleh faktor lingkungan dan pengaturan sistem elektrik yang dapat menyebabkan korsleting
3.      Kerusakan pada jaringan listrik disebabkan oleh sistem elektrik
4.      Serangan teroris disebabkan oleh lemahnya keamanan fisik dan non fisik data center
5.       Sistem atau perangkat yang rusak terkait dengan kesalahan manajemen pengawasan perangkat
6.      Kesalahan operasional akibat ulah manusia Virus misalkan disebabkan oleh kesalahan pemilihan anti virus yang digunakan
Perencanaan database memiliki langkah – langkah penting yaitu :
1.      Mendefinisikan kebutuhan (Requirement definition)
2.      Jenis informasi yang harus diperhatikan (Informasi yang menjelaskan struktur data dan menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritasi data)
Disaster Recovery Planning
Merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi resiko – resiko bencana dan nantinya membuat kerugian – kerugian pada proses bisnis yang ada.
Keuntungan dari Disaster Recovery Planning
·         Memperbaiki system proteksi terhadapat setiap aset – aset penting yang dimiliki oleh perusahan tersebut.
·         Membuat system proteksi infomasi atau data – data perusahaan lebih efektif.
·         Mengurangi resiko bencana akibat kesalahan manusia
·         Memperbaiki manajemen perusahaan
Backup Database
·         Merupakan suatu proses yang mengacu kepada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.

BACKUP AND RECOVERY ORACLE DATABASE(ORACLE)
·         BackUp adalah suatu proses pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data. Kerusakan data ini meliputi sebagai berikut :
1.      Statement failure
2.      User process failure
3.      User error 
4.      Network failure 
5.      Instance failure
6.      Media failure 
Ada juga tujuan dari backup yaitu:
1.      Meningkatkan Mean-Time-Between-Failures (MTBF)
2.      Menurunkan Mean-Time-To-Recover (MTTR) 
3.      Meminimalkan kehilangan data.
Beberapa Jenis Backup
1.      Physical Backup
Untuk backup fisik (sering disebut sebagai backup sistem operasi) file data, redo log file dan file kontrol yang    disimpan pada media backup seperti sistem penyimpanan tape.
Ada 2 type physical backup:
·         Cold/Offline Backup 
Backup dilakukan ketika database off-line dan tidak tersedia/diakses untuk para penggunanya
·         Hot/Online (Archivelog) Backup
Backup dilakukan ketika database online. 
2.      Logical Backup
Logical Backup adalah pembacaan sebuah set record database dan menulisnya di sebuah file. Yang merupakan logical backup adalah ekspor-impor database.

Ekspor-Impor
Ekspor-impor digunakan untuk melakukan backup database logis. Saat mengekspor, objek database dipindah ke sebuah file biner yang kemudian dapat diimpor ke database Oracle lainnya. Karena menggunakan format file biner proprietary, mereka hanya dapat digunakan antara database Oracle. Jadi, user tidak bisa mengekspor data dan melakukan impor ke database non-Oracle
Ekspor / impor digunakan untuk melakukan tugas-tugas berikut:
·         Backup dan pemulihan (database kecil saja, katakanlah <50 GB, jika lebih besar, menggunakan RMAN sebagai gantinya)
·         Memindahkan data antara database Oracle pada platform yang berbeda (misalnya dari Solaris ke Windows)
·         Reorganisasi data / menghilangkan fragmentasi database.
·         Upgrade database dari versi lama Oracle.
·         Mendeteksi database yang corruption.
·         Transport tablespace antara database
RECOVERY ORACLE
·         Recovery merupakan suatu prosedur untuk melakukan pemilihan terhadap data yang hilang. Recovery database bertujuan untuk me-restore hasil dari back-up fisik data file atau control file dengan cara memulihkan data file serta control file tersebut agar kembali tersedia di server database Oracle.
Jenis-jenis Recovery
1.      Complete Recovery
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan complete recovery diantaranya:
·         Memastikan datafile yang digunakan untuk restore dalam keadaan offline
·         Hanya merestore datafile yang rusak atau hilang
·         Jangan merestore control file, redo log file, password file atau parameter file
·         Recovery datafiles
2.      Incomplete Recovery
Untuk menjalankan Incomplete recovery yang dibutuhkan adalah backup dari semua data file yang dibuat sebelum recovery point dan semua archive log dari backup terakhir hingga waktu recovery yang diinginkan.
Step Recovery
1.      Identifikasi suatu database yang mengalami rusak.
2.      Analisa situasi saat database akan di recovery.
3.      Menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk recovery.
4.      Identifikasi objek yang bergantung pada database.
5.      Leave the expired copy backup
6.      Restore.
7.      Roll forward through dbase log.
database

ORACLE NET SERVICES


Oracle net service digunakan untuk koneksi jaringan dan komputer client atau aplikasi middle-tier ke Oracle Database Server. Oracle Net berfungsi sebagai pembawa data baik bagi aplikasi (client) maupun database server. Ia bertanggung jawab terhadap keberlangsungan koneksi antar aplikasi (client) dan server database. Oracle net berada dimasing-masing komputer yang akan melakukan permintaan data dari server.
Agar server mendengar permintaan dari aplikasi (client), dibutuhkan semacam gateway. Gateway ini biasa disebut Listener yang berlokasi di server database.

     A.    Oracle Net Listener

Oracle Net listener merupakan sebuah gerbang pada Oracle instance untuk koneksi bagi user non local (diluar komputer server).
Sebuah listener dapat digunakan untuk melayani multiple database instance dan ribuan koneksi dari client.
Oracle Net listener ini dikendalikan oleh Database Control atau utilitas command line Isnrctl
 
Untuk memonitor listener dapat dilakukan dari halaman status Listener. Pada halaman ini dapat melihat :
·         Versi listener dan Oracle_home
·         Alamat listener yang pertama
·         Lokasi dari konfigurasi file untuk start listener
·         Kesiapan dari listener dan kapan ia di start
·         Listener response time : TNS Ping
·         Rata-rata koneksi yang terjadi per menit.
database

DATABASE ADMINISTRATION DATABASE PERFORMANCE, APLICATION PERFORMANCE, DATABASE SECURITY


Database Performance
Agar kinerja suatu database baik, maka harus dilakukan :
1.      Konfigurasi Database Server
Secara default, umumnya setiap DBMS telah memiliki konfigurasi awal. Jika akan melakukan tuning dengan mengubah konfigurasi,hasilnya tidak selalu tampak sesaat setelan kamu menerapkan konfigurasi baru. Adakalanya kamu perlu membiarkan server berjalan selama beberapa jam dan mengukur sejauh mana konfigurasi kamu berpengaruh terhadap kinerjanya.
2.      Optimasi Pemanggilan Query
Bagaimana aplikasi melakukan manipulasi data?Beberapa pilihannya adalah dengan menggunakan method ADO,dynamic SQL (ad hoc query), ataupun stored procedure.
Menggunakan method ADO adalah menggunakan berbagai metode seperti rs.AddNew,rs.Update,atau rs.Delete.Cara ini relatif mudah untuk di pelajari dan di implementasikan,tetapi terkadang menghasilkan traffic yang besar pada jaringan,terutama jika aplikasi kamu mengolah data yang besar.
Cara lain adalah dengan menggunakan dynamic SQL,di mana kamu mengirimkan perintah Transact-SQL dalam bentuk string dari aplikasi agar di jalankan oleh database server.Umumnya menggunakan dynamic SQL akan lebih cepat di bandingkan dengan method ADO.
Tetapi karena database server menerimanya dari aplikasi kamu,maka harus di lakukan kompilasi kode Transact-SQL tersebut,menciptakan query plan dapat digunakan lagi kemudian sehingga mempercepat proses berikutnya. Untuk kinerja yang optimal,kamu dapat mempertimbangkan stored procedure.Stored procedure memiliki kinerja yang lebih baik dan mengurangi traffic dan latency jaringan.
3.      Gunakan JOIN dengan Tepat
Menggunakan perintah JOIN tampaknya sudah menjadi keharusan saat kamu bekerja dengan banyak tabel.Penggunaan join yang tidak tepat dapat mengakibatkan permasalahan dalam kinerja database kamu. Jika kamu memiliki dua atau lebih tabel yang sering melakukan join,sebaiknya kolom yang di gunakan untuk join memiliki unique index,atau memiliki surrogate key agar mengurangi pembacaan I/O selama proses join.Tentunya hal ini akan lebih mengoptimalkan kinerja secara keseluruhan. Kolom yang di gunakan untuk join sebaiknya memiliki tipe data yang sama,dan jika di mungkinkan memiliki tipe data numeric daripada karakter. Jika proses join sampai melibatkan empat atau lebih tabel untuk mendapatkan record yang kamu inginkan,pertimbangkan untuk melakukan denormalisasi agar jumlah tabel yang di join dapat berkurang. Terkadang hal ini di perlukan dengan pertimbangan kinerja database akan jadi lebih baik,jika kita menambahkan satu atau dua kolom tambahan agar dapat mengurangi jumlah tabel join yang terlampau banyak.
Aplication performance

Database Security
      Keamanan basis data merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan.
      Database Security merupakan serangkaian metode yang digunakan untuk melindungi informasi yang disimpan didalam suatu database. Percobaan hacking merupakan tindakan yang paling sering digunakan untuk mengambil informasi pada database. Bahaya lainnya Kerusakan fisik pada komputer, pengkodean (codding) yang tidak tepat atau corruption, dan data overload juga merupakan potensi ancaman pada suatu database.
Untuk menjaga keamanan Basis Data, dapat dilakukan beberapa cara berikut ini :
      Penentuan perangkat lunak Data Base Server yang handal.
      Pemberian otoritas kepada user mana saja yang berhak mengakses, serta memanipulasi data- data yang ada.
Penyalahgunaan database
  1. Tidak disengaja, jenisnya :
        Kerusakan selama proses transaksi
        Anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
        Anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
        Logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database
  1. Disengaja, jenisnya :
            Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang
            Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang
            Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang
Tingkat pada keamanan data
  1. Fisikal : Lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
  1. Manusia : Wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
  1. Sistem Operasi : Kelemahan pada OS ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh
  1. Sistem Database ; Pengaturan hak pemakai yang  baik.
Teknik Pemulihan
  1. Defered Update / perubahan yang ditunda.
Perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
  1. Immediate Update / perubahan langsung.
Perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.

  1. Shadow Paging
Menggunakan page bayangan dimana prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
database

SYSTEM PERFORMANCE


Kinerja system ini berhubungan dengan bagaimana system dalam komputer dapat berkerja lebih efektif. Termasuk menjaga agar system tersebut stabil ketika running (berjalan) dalam melakukan sebuah proses.
Ada beberapa cara untuk menjaga kinerja dari system tersebut misalnya :
1.      Melakukan defragment secara rutin
Defragmenter berguna untuk mengatur sistem file dari hard disk, sehingga sistem operasi windows dapat lebih cepat membaca file yang ada pada hard disk. Caranya yaitu kalau pada windows vista pilih Start > All Program > Accessoris > System Tools > Disk Defragmenter.
2.      Menghapus Internet File dan temporary file
ika kita mengakses situs web yang sama di lain waktu, browser akan mengambil data dari temporary internet file tersebut. Namun, semakin banyak temporary internet file , kinerja prosesor akan semakin lambat
3.      Menggunakan Tweak UI untuk menambah kecepatan Windows
Tweak UI, sebuah utilitas yang menawarkan penambahan kecepatan pada Windows, juga memberikan kelebihan untuk mengostumasi desktop daripada yang biasa.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja system tersebut. Misalnya:
Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah segala sesuatu yang berhubungan langsung dengan komputer itu sendiri, diantaranya:
·         Banyak aplikasi yang terinstal
·         Banyak file sampah
·         Banyak aplikasi yang terbaca ketika Start Up
·          Manajemen Sistem tidak teratur
·         Pilih Kinerja atau Penampilan
·         Proses Shutdown tidak sesuai perosedur
Faktor Eksternal
Selain faktor internal yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat pula faktor eksternal yang dapat menghambat sistem kerja komputer diantaranya:
·         Tegangan listrik yang tidak stabil
·         Lingkungan yang berdebu
Performa dari komputer dapat dilihat pada task manajer. Misalnya :
Disini dapat melihat berapa besar kebutuhan memory yang digunakan pada saat system digunakan.

Untuk melihat proses apa saja yang berjalan pada system. Dapat dilihat pada process
Untuk mencegah pengguna Windows agar tidak dapat memberhentikan proses-proses penting seperti scan antivirus atau proses penting lainnya, Anda dapat menggunakan Group Policy Editor untuk menon aktifkan fitur Task Manager.
Untuk dapat melakukan langkah pencegahan tersebut, maka sebelumnya Anda harus login sebagai Administrator. Setelah berada pada privillege Administrator, Anda dapat segera menjalankan Group Policy Editor dengan cara memanggilnya melalui tool Run. Pada kotak dialog Run, ketikkan “gpedit.msc” tanpa menggunakan tanda petik. Perlu diingat bahwa fitur Group Policy Editor hanya bekerja pada sistem operasi.
Kemudian setelah jendela Group Policy Editor terbuka, maka arahkan pada User ConfigurationAdministrative TemplatesSystemCtrl+Alt Del Options. Pada panel sebelah kanan, klik ganda pada bagian Remove Task Manager dan ubah statusnya menjadi Enabled. Maka Task Manager sudah tidak dapat lagi terbuka dengan menggunakan kombinasi tombol Ctrl + Alt + Del. Namun Anda masih dapat memanggil Task Manager dengan cara mengaksesnya pada C:WindowsSystem32TaskMgr.exe, pilih Run As…, dan gunakan password Administrator.
Sesuai dengan apa yang telah saya sebutkan sebelumnya, langkah ini hanya berlaku pada sistem operasi Windows XP Professional Edition, tidak termasuk Windows XP Home Edition. Untuk dapat melakukan fungsi yang sama, maka bagi Anda pengguna XP Home Edition, Anda dapat melakukan ubahan pada System Registry.
Pengaturannya terletak pada HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystem. Buat sebuah DWORD value dan beri nama DisableTaskMgr, berikan value 0 pada data tersebut. Lakukan pengaturan yang sama pada HKEY_USERS.DefaultSoftware MicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystem.
Seperti halnya dalam penggunaan database.  SQL Server dan oracle merupakan suatu RDBMS (Relational Database Management System) yang dapat mengolah data. . Hal pertama yang akan kita lakukan jika mengimpelentasikan suatu aplikasi database  adalah membuat database itu sendiri. Pembuatan database dengan arsitektur yang tepat akan berpengaruh terhadap performa database itu sendiri.

database

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business sites:

  • Copyright © JSC BOJONEGORO™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.