Ad (728x90)

Kamis, 02 Agustus 2012

SYSTEM PERFORMANCE


Kinerja system ini berhubungan dengan bagaimana system dalam komputer dapat berkerja lebih efektif. Termasuk menjaga agar system tersebut stabil ketika running (berjalan) dalam melakukan sebuah proses.
Ada beberapa cara untuk menjaga kinerja dari system tersebut misalnya :
1.      Melakukan defragment secara rutin
Defragmenter berguna untuk mengatur sistem file dari hard disk, sehingga sistem operasi windows dapat lebih cepat membaca file yang ada pada hard disk. Caranya yaitu kalau pada windows vista pilih Start > All Program > Accessoris > System Tools > Disk Defragmenter.
2.      Menghapus Internet File dan temporary file
ika kita mengakses situs web yang sama di lain waktu, browser akan mengambil data dari temporary internet file tersebut. Namun, semakin banyak temporary internet file , kinerja prosesor akan semakin lambat
3.      Menggunakan Tweak UI untuk menambah kecepatan Windows
Tweak UI, sebuah utilitas yang menawarkan penambahan kecepatan pada Windows, juga memberikan kelebihan untuk mengostumasi desktop daripada yang biasa.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja system tersebut. Misalnya:
Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah segala sesuatu yang berhubungan langsung dengan komputer itu sendiri, diantaranya:
·         Banyak aplikasi yang terinstal
·         Banyak file sampah
·         Banyak aplikasi yang terbaca ketika Start Up
·          Manajemen Sistem tidak teratur
·         Pilih Kinerja atau Penampilan
·         Proses Shutdown tidak sesuai perosedur
Faktor Eksternal
Selain faktor internal yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat pula faktor eksternal yang dapat menghambat sistem kerja komputer diantaranya:
·         Tegangan listrik yang tidak stabil
·         Lingkungan yang berdebu
Performa dari komputer dapat dilihat pada task manajer. Misalnya :
Disini dapat melihat berapa besar kebutuhan memory yang digunakan pada saat system digunakan.

Untuk melihat proses apa saja yang berjalan pada system. Dapat dilihat pada process
Untuk mencegah pengguna Windows agar tidak dapat memberhentikan proses-proses penting seperti scan antivirus atau proses penting lainnya, Anda dapat menggunakan Group Policy Editor untuk menon aktifkan fitur Task Manager.
Untuk dapat melakukan langkah pencegahan tersebut, maka sebelumnya Anda harus login sebagai Administrator. Setelah berada pada privillege Administrator, Anda dapat segera menjalankan Group Policy Editor dengan cara memanggilnya melalui tool Run. Pada kotak dialog Run, ketikkan “gpedit.msc” tanpa menggunakan tanda petik. Perlu diingat bahwa fitur Group Policy Editor hanya bekerja pada sistem operasi.
Kemudian setelah jendela Group Policy Editor terbuka, maka arahkan pada User ConfigurationAdministrative TemplatesSystemCtrl+Alt Del Options. Pada panel sebelah kanan, klik ganda pada bagian Remove Task Manager dan ubah statusnya menjadi Enabled. Maka Task Manager sudah tidak dapat lagi terbuka dengan menggunakan kombinasi tombol Ctrl + Alt + Del. Namun Anda masih dapat memanggil Task Manager dengan cara mengaksesnya pada C:WindowsSystem32TaskMgr.exe, pilih Run As…, dan gunakan password Administrator.
Sesuai dengan apa yang telah saya sebutkan sebelumnya, langkah ini hanya berlaku pada sistem operasi Windows XP Professional Edition, tidak termasuk Windows XP Home Edition. Untuk dapat melakukan fungsi yang sama, maka bagi Anda pengguna XP Home Edition, Anda dapat melakukan ubahan pada System Registry.
Pengaturannya terletak pada HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystem. Buat sebuah DWORD value dan beri nama DisableTaskMgr, berikan value 0 pada data tersebut. Lakukan pengaturan yang sama pada HKEY_USERS.DefaultSoftware MicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystem.
Seperti halnya dalam penggunaan database.  SQL Server dan oracle merupakan suatu RDBMS (Relational Database Management System) yang dapat mengolah data. . Hal pertama yang akan kita lakukan jika mengimpelentasikan suatu aplikasi database  adalah membuat database itu sendiri. Pembuatan database dengan arsitektur yang tepat akan berpengaruh terhadap performa database itu sendiri.

database

PERFORMANCE MANAGEMENT DATABASE


Agar menghasilkan performa database yang jauh lebih baik. Maka harus dilakukan proses Tuning, yang harus dilakukan diantaranya adalah :
1.      Konfigurasi Database Server.
Secara default, umumnya setiap DBMS telah memiliki konfigurasi awal. Jika akan melakukan tuning dengan mengubah konfigurasi, hasilnya tidak selalu tampak sesaat setelan kamu menerapkan konfigurasi baru. Adakalanya  perlu membiarkan server berjalan selama beberapa jam dan mengukur sejauh mana konfigurasi tersebut berpengaruh terhadap kinerjanya.

2.      Optimasi Pemanggilan Query
Beberapa pilihannya adalah dengan menggunakan method ADO, dynamic SQL (ad hoc query), ataupun stored procedure. Menggunakan method ADO adalah menggunakan berbagai metode seperti rs. AddNew ,rs.Update, atau rs. Delete.Cara ini relatif mudah untuk di pelajari dan di implementasikan,tetapi terkadang menghasilkan traffic yang besar pada jaringan,terutama jika aplikasi kamu mengolah data yang besar. Cara lain adalah dengan menggunakan dynamic SQL,di mana kamu mengirimkan perintah Transact-SQL dalam bentuk string dari aplikasi agar di jalankan oleh database server.Umumnya menggunakan dynamic SQL akan lebih cepat di bandingkan dengan method ADO. Tetapi karena database server menerimanya dari aplikasi kamu,maka harus di lakukan kompilasi kode Transact-SQL tersebut,menciptakan query plan dapat digunakan lagi kemudian sehingga mempercepat proses berikutnya. Untuk kinerja yang optimal,kamu dapat mempertimbangkan stored procedure.Stored procedure memiliki kinerja yang lebih baik dan mengurangi traffic dan latency jaringan.

3.      Gunakan JOIN dengan Tepat
Menggunakan perintah JOIN tampaknya sudah menjadi keharusan saat kamu bekerja dengan banyak tabel. Penggunaan join yang tidak tepat dapat mengakibatkan permasalahan dalam kinerja database kamu. Jika kamu memiliki dua atau lebih tabel yang sering melakukan join, sebaiknya kolom yang di gunakan untuk join memiliki unique index,atau memiliki surrogate key agar mengurangi pembacaan I/O selama proses join.
Cara meningkatkan performa yang disebabkan oleh server/client yang lambat :
1.      Memperbaiki query secara efiesian.
2.      Membuat indeks seoptimal mungkin
3.      Clean up/membersihkan database
4.      Setting parameter
5.      Upgrade server (RAM lebih dibutuhkan daripada processor)
6.      Re-design jaringan, dengan mengubag design jaringan tersebut dan setting ip address disetiap titik, karena semakin banyak titik dijaringan tersebut akan semakin membuat transfer data menjadi lemot
7.      Upgrade jaringan, meningkatkan jaringan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
1.      Performance yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
2.      Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
3.      Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
4.      Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
5.      Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
database

STORAGE STRUCTURE


      A.    Tablespace dan Datafiles
Media penyimpanan (storage) di Oracle di kenal dengan istilah logical storage dan physical stotage. Logikal terbagi lagi menjadi :
·         Tablespace
Kumpulan satu atau lebih data file yang diasosiasikan dengan database (terkait). Obyek database seluruhnya dibuat diatas tablespace tersebut.
·         Segment
Terminologi penyimpanan data dimulai dari blok data pada sebuah tablespace yang merupakan setuan terkecil dari disk.
Blok data ini kemudian membentuk extent. Himpunan extent membentuk segmenr. Seorang user memiliki sebuah segment
·         Extent
Extent terdiri dari datablock (yang berdekatan/contiguous)
·         Datablock
Satuan terkecil yang berisi header (info) tentang block tersebut dan data di dalamnya
Media penyimpanan fisik adalah datafile. Datafile memiliki beberapa karakteristik,
Yaitu :
·         Hanya dapat beraviliasi dengan satu tablespace dan satu database
·         Merupakan sebuah repository (tempat penyimpanan) dari schema object data
Data file terdiri dari data actual dari database, seperti : table, stored procedure, index, dll. Data file tidak dapat langsung diakses oleh pemakai database tetapi harus melalui logical layer, misalnya melalui tablespace.
      B.     Space Management in tablespaces
Terdapat 2 tipe menajemen tablespaces, yaitu
·         Lacally managed tablespace
Manajemen extent dilakukan pada tablespace dengan menggunakan bitmap. Setiap bit dalam bitmap berkorespondensi dengan sebuah block atau sekumpulan block data. Ketika extent baru dialokasikan atau dibebaskan untuk dipergunakan kembali, maka oracle server mengubah mengubah nilai bitmap untuk mengetahui status baru dari block data
·         Dictionary-managed tablespace
Manajemen extent dilakukan oleh data dictionary. Oracle server akan meng-update table dengan tepat pada data dictionary ketika sebuah extent dialolasikanatu di dealokasikan
.
     C.     Tablespace in the preconfigured Database
Pada awal terbentuknya sebuah database baru, ia telah memliki beberapa tablespace default yang memiliki fungsi dan peran masing-masing, yaitu:
·         System
Dipergunakan oleh Oracle database Server untuk mengatur mengatur database
·         SYSAUX
Ia membantu tablespace system dalam mengatur database
·         TEMP
Tablespace ini dipergunakan untuk menyimpan temporary table dan index ketika memproses perintah sql.
·         UNDOTBSI
Tablessapce ini digunakan oleh database server untuk menyimpan informasi undo. Biasnya dipergunakan untuk operasi Rollback
·         USERS
Tablescpae ini digunakan sebagai tempat penyimpan user object dan data-data secara permanen
·         Example
Tablespace ini berisi sample scheme yang dapat diinstall pada saat pembuatan sebuah database baru.
database

Creating Database


Oracle merupakan sebuah database relasional. Pada database relasional, semua data disimpan dalam table 2 dimensi yang terusun oleh baris dan kolom. Database Oracle memungkinkan untuk menyimpan data, mengubah (update) dan menampilkannya kembali.
Struktur data logic tersimpan dalam file fisik database. Untuk mempermudah melihat struktur database, dapat menggunakan Enterprise manager. Setiap detil informasi struktur logic database itu dapat dilihat dengan menekan link yang ada pada bagian storage pada halaman Administrator
A.  Control File
Ketika menjalankan Oracle Instance dan database sampai pada posisi mount, isi control files akan dibaca. Isi dari Control Files menspesifikasikan file fisik yang menyusun database. Ketika menambahkan file baru ke dalam databse, control files otomatis akan ter-update.
Beberapa hal yang perlu tentang Control Files :
1.      Suatu binary file yang menggambarkan struktur dari database.
2.      Diperlukan untuk mount, open dan akses database.
3.      Direkomendasikan terdapat minimal 2 buah control file yang disimpan di disk yang terpisah . Konfigurasi tersebut dinamakan multiplex
4.      Info sinkronisasi yang diperlukan bagi recovery disimpan di control-file
5.      Berisi data tentang databse itu sendiri, biasa dikenal dengan metadata
6.      File ini sangat penting bagi database. Tanpa file ini tidak dapat membuka data file untuk mengakses data yang ada pada database
7.      Wajib di-backup
      B.     Redo Log Files
Redo Log Files dipergunakan untuk menyimpan perubahan database sebagai akibat dari adanya transaksi dan internal action dari database Oracle.  Mereka menjaga integritas database saat terjadi kegagalan sistem yang disebabkan oleh padamnya aliran listrik, kerusakan disk ataupun penyebab lainnya.
Beberapa hal yang harus diketahui tentang Redo Log Files :
1.      Berisikan informasi perubahan database atau redo entry dari Redolog Buffer
2.      Berisikan data perubahan yang di commit maupun yang tidak di commit
3.      Proses penulisan redolog file ini ialah sirkular atau berputar
4.      Minimal ada 2 buah redolog group. Didalam 1 group minimal ada 1 file anggota atau member
5.      Sebaiknnya terdapat lebih dari 1 member file di dalam 1 group. Sebaiknya file-file member didistribusikan dalam disk terpisah.
6.      Semua group harus punya jumlah file member yang sama banyaknya
     C.     Datafiles
Datafiles berelasi dengan tablespace sebagai bentuk logic tempat penyimpanan. Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai datafiles adalah :
1.      Tempat obyek database (Tabel, index, dsb) disimpan
2.      Merupakan binary file
3.      Wajib di-backup
     D.    Oracle Instance management
Sebuah server oracle terdiri atas oracle database dan oracle instance. Sebuah oracle instance terdiri dari buffer memory atau yang dikenal dengan istilah System Global Area (SGA) dan background process, yang akan menghandle lebih banyak proses dibelakng layar untuk menjalankan instance.
Pertama, instance bersifat idle (nonexistent) sampai ia dijalankan. Ketika instance sudah berjalan, file inisialisasi parameter dibaca dan instance di konfigurasi berdasarkan instruksi yang ada pada file parameter tersebut
Setelah instance berjalan dan database telah berstatus opened baru kemudian user dapat  mengakses database.

Memory Oracle           = SGA + PGA
SGA                            = Shared Global Area
SGA                            = Shared Pool + Database Buffer Cache +Redolog Buffer
Shared Pool                 =Library Cache + Data Dict.Cache

Program Global Area atau PGA merupakan area memory Oracle yang tidak di-share. Oracle mengenalinya sebagai nonshared per proses memory area. Memori ini digunakan oleh background process dan juga oleh Server Process. Bila ada User Process maka akan dialokasikan sejumlah memori untuk server process, setelah selesai akan di-dealokasiakn kembali. Pada mode standard dimana digunakan mode Dedicated server, semua data mengenai session yang sedang connect ke database disimpan di PGA. Kecuali menggunakan mode MTS (Multi threaded Server), into session disimpan di SGA.
SGA atau Shared Global Area merupakan bagian memory Oracle yang di-shared atau dipakau bersama user. Dimaksuk SGA bukan PGA.
Beberapa bagian penunjang sebagai berikut :

·         Database Buffer Cache
Database Buffer Cache berisikan tempat bagi datablock yang sering dipanggil oelh instruksi SQL.
·         Redo Log Buffer
Redo Log Buffer berisikan data berisikan data perubahan dari database. Perubahan sekecil apapun dicatat dan selanjutnya dicatatkan ke file Online Redo Log.
·         Shared Pool
Shared Pool digunakan untuk menyimpan statemen SQL yang sering di akses dan digunakan dari data dictionary. Statement SQL ini biasanya diperoleh dari user proses, stored procedure yang membaca data dictionary.
database

Rabu, 01 Agustus 2012

Resiko Migrasi Data

Pada dasarnya, tinggi rendahnya risiko keberhasilan proses migrasi data dari sistem lama ke sistem yang baru sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek, antara lain:
  • Aspek Data - Semakin kompleks struktur, model, dan arsitektur data yang ingin dipindahkan, semakin sulit mekanisme pemetaan dan pemindahannya, yang berarti semakin tinggi resiko yang dihadapi
  • Aspek Aplikasi - Semakin berbeda platform, sistem, atau standar sistem aplikasi baru dibandingkan dengan sistem aplikasi yang lama, semakin sulit proses migrasi dilakukan, yang berarti akan memperbesar resiko yang dihadapi
  • Aspek Teknologi - Semakin tersebar bentuk atau topologi perangkat keras dan jaringan yang merupakan lokasi penyimpanan data, semakin sulit aktivitas pemetaan data yang harus dilakukan, yang berarti akan mempertinggi risiko yang dihadapi;
  • Aspek Manusia – Semakin banyak unsur manusia yang terlibat dalam aktivitas pemasukan, pengorganisasian, pemeliharaan, dan pengawasan data, akan meningkatkan potensi terjadinya kesalahan yang berpengaruh pada kualitas data yang disimpan, yang berarti akan memperbesar risiko kesalahan yang terjadi dalam proses migrasi; 
  • Aspek Kebijakan – Semakin tidak adanya kebijakan standar di perusahaan yang selama ini dipergunakan sebagai acuan dalam proses pengelolaan data, semakin sulit menentukan strategi migrasi yang tepat, yang berarti mempertinggi resiko implementasi skenario migrasi; dan lain sebagainya.
Untuk memperkecil risiko yang ada, maka beberapa langkah harus dilakukan sebelum migrasi dilakukan, yaitu:

  • Lakukanlah kajian (assessment) terhadap arsitektur, struktur, dan sistem basis data (database) yang dimiliki saat ini. Proses kajian akan sangat terbantu jika perusahaan yang bersangkutan memiliki dokumen yang lengkap mengenai seluk beluk data terkait. Inti dari kajian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara detail mengenai tingkat integritas data, agar ketika migrasi dilakukan, data yang dipindahkan adalah utuh dan menyeluruh.
  • Pelajarilah arsitektur, struktur, dan sistem basis data dari sistem baru yang akan dituju dalam proses migrasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempelajarinya, seperti melalui: buku-buku referensi, pengalaman orang lain, reference/technical manual, jurnal/artikel, dan lain sebagainya.
  • Bandingkanlah kedua platform tersebut secara sungguh-sungguh (sistem lama dengan sistem baru) dan lakukan proses kajian resiko (risk assessment). Jika konsep atau sistem arsitektur data yang lama kurang lebih sama dengan yang baru, maka nampaknya proses migrasi tidak terlampau sulit untuk dilakukan – dengan kata lain berisiko rendah. Namun, jika sistem arsitektur data yang lama sangat berbeda dengan yang baru, maka tingkat kompleksitas proses migrasi menjadi tinggi – yang berarti pula akan mempertinggi risiko yang ada.
  • Cari tahu bagaimana perusahaan-perusahaan lain secara sukses melakukan proses migrasi dengan kondisi yang kurang lebih sama dengan perusahaan terkait. Pelajari pula bagaimana proyek sejenis lainnya mengalami kegagalan dalam melakukan aktivitas yang sama agar pengalaman buruk tersebut tidak berulang. Cara paling mudah adalah melakukan “kunjungan belajar” atau “studi banding” secara formal maupun informal ke perusahaan-perusahaan tersebut.
  • Setelah serangkaian proses kajian tersebut dilakukan, tim yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan proses migrasi harus mempersiapkan perencanaan yang matang dan menyusun strategi aktivitas tersebut. Mengingat bahwa proses dan mekanisme migrasi data membutuhkan teknik, metodologi, dan keahlian khusus, maka disarankan bagi perusahaan untuk melibatkan pihak ketiga – dalam hal ini konsultan atau vendor teknologi informasi – yang memiliki pengalaman dan knowledge base terkait dengan kebutuhan ini.
  • Berdasarkan metodologi yang telah teruji dan dimiliki oleh pihak ketiga tersebut, maka perusahaan (dalam hal ini tim migrasi data) bersama-sama dengan konsultannya secara langkah demi langkah, fase demi fase, menjalankan metodologi tersebut demi suksesnya proses migrasi yang dijalankan.
Dalam era globalisasi ini, setiap perusahaan moderen berusaha untuk selalu memperbaiki kinerja proses bisnisnya (business process) agar dari hari ke hari semakin bertambah baik, cepat, dan murah. Karena dalam proses bisnis turut mengalir pula data dan/atau informasi sebagai salah satu sumber daya produksi yang penting, maka kerap kali perubahan tersebut membutuhkan data dan/atau informasi baru yang belum pernah di-capture pada rangkaian proses bisnis yang lama. Pada kerangka inilah maka terjadinya konsekuensi terhadap pembaharuan data akibat dari pembaharuan sebuah proses bisnis. Terkait dengan proses migrasi, ada baiknya fenomena ini dipahami oleh perusahaan agar dapat diantisipasi keberadaannya pada sistem yang baru.
database

SCM

Supply chain Management dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir. Menyimak dari definisi ini, maka suatu supply chain terdiri dari perusahaan yang mengangkat bahan baku dari bumi/alam, perusahaan yang mentransformasikan bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau komponen, supplier bahan-bahan pendukung produk, perusahaan perakitan, distributor, dan retailer yang menjual barang tersebut ke konsumen akhir. Dengan definisi ini tidak jarang supply chain juga banyak diasosiasikan dengan suatu jaringan value adding activities.

Keunggulan kompetitif dari SCM adalah bagaimana ia mampu me-manage aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply. Dengan kata lain, model SCM mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan konsumen.

Tujuan utama dari SCM adalah:
1. penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
2. mengurangi biaya
3. meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan)
4. mengurangi waktu
5. memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi

Komponen SCM dan Teknologi
Sistem SCM memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Aliran informasi bergerak sangat cepat dan akurat antara elemen jaringan supply chain seperti: Pabrik, Suppliers, Pusat distribusi, Konsumen, dan sebagainya).
2. Informasi bergerak sangat cepat untuk menanggapi perpindahan produk
3. Setiap elemen dapat mengatur dirinya
4. Terjadi integrasi dalam proses permintaan dan penyelesaian produk
5. Kemampuan internet.

Peralatan fungsional yang dimiliki sistem SCM adalah:
  • Demand management/forecasting : Perangkat peralatan dengan menggunakan teknik-teknik peramalan secara statistik. Perangkat ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil peramalan yang lebih akurat.
  • Advanced planning and scheduling : Suatu peralatan dalam rangka menciptakan taktik perencanaan, jangka menengah dan panjang berikut keputusan-keputusan menyangkut sumber yang harus diambil dalam rangka melengkapi jaringan supply
  • Transportation management : Suatu fungsi yang berkaitan dengan proses pendisitribusian produk dalam supply chain
  • Distribution and deployment : Suatu alat perencanaan yang menyeimbangkan dan mengoptimalkan jaringan distribusi pada waktu yang diperlukan. Dalam hal ini, Vendor Managed Invetory dijadikan pertimbangan dalam rangka optimalisasi.
  • Production planning : Perencanaan produksi dan jadwal penjualan menggunakan taraf yang dinamis dan teknik yang optimal.
  • Available to-promise : Tanggapan yang cepat dengan mempertimbangkan alokasi, produksi dan kapasitas transportasi serta biaya dalam keseluruhan rantai supply .
  • Supply chain modeler : Perangkat dalam bentuk model yang dapat digunakan secara mudah guna mengarahkan serta mengontrol rantai supply. Melalui model ini, mekanisme kerja dari konsep supply chain dapat diamati.
  • Optimizer : The optimizer ibarat jantung dari sistem supply chain management. Dalamnya terkandung: linear & integer programming, non-linear programming, heuristics and genetic algorithm. Genetic algorithm adalah suatu computing technology yang mampu mencari serta menghasilkan solusi terbaik atas jutaan kemungkinan kombinasi atas setiap parameter yang digunakan

SCM

ERP

ERP adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. Atau dengan kata lain ERP digunakan untuk mengelola seluruh aktifitas perusahaan termasuk keuangan, produksi, HRD, marketing, supply chain, logistics, dll. SAP adalah perusahaan yang memiliki pangsa pasar (marketshare) terbesar di dunia untuk software ERP.
Karakter Sistem ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce , Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office Syistem ,yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce , Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain. Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik,jika didukung aplikasi dan infrastruktur komputer baik Hardware / software sehingga pengolahan dapat dilakukan dengan mudah .
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning ( MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
Sistim ERP dibagi atas beberapa sub-sistim yaitu sistim Financial, sistim Distribusi, sistim Manufaktur, sistim Maintenance dan sistim Human Resource. Industri analis TI seperti Gartner Group dan AMR Research telah sejak awal tahun 90an memantau dan menganalisa paket-paket aplikasi yang tergolong dalam sistim ERP. Contoh paket ERP antara lain: SAP, Baan, Oracle, IFS, Peoplesoft dan JD.Edwards.
Untuk mengetahui bagaimana sistim ERP dapat membantu sistim operasi bisnis kita, mari kita perhatikan suatu kasus kecil seperti di bawah ini :
Katakanlah kita menerima order untuk 100 unit Produk A. Sistim ERP akan membantu kita menghitung berapa yang dapat diproduksi berdasarkan segala keterbatasan sumber daya yang ada pada kita saat ini. Apabila sumber daya tersebut tidak mencukupi, sistim ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdaya yang diperlukan, sekaligus membantu kita dalam proses pengadaannya. Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi, sistim ERP juga dapat menentukan cara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan. Dalam proses ini, tentunya segala aspek yang berhubungan dengan keuangan akan tercatat dalam sistim ERP tersebut termasuk menghitung berapa biaya produksi dari 100 unit tersebut.

Beberapa keuntungan penggunaan ERP :

  • Integrasi data keuangan : Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik
  • Standarisasi Proses Operasi : Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk
  • Standarisasi Data dan Informasi : Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda
Suksesor Penerapan
Syarat sukses memilih ERP Pengetahuan dan Pengalaman Pengetahuan adalah pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan, jika segala sesuatunya berjalan lancar Pengalaman adalah pemahaman terhadap kenyataan tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan kemungkinan munculnya permasalahan. Pengetahuan tanpa pengalaman menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan. Pengalaman tanpa pengetahuan bisa menyebabkan terulangnya atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan pemahaman yg cukup.

Penerapan ERP
Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:
  • ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan.
  • Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya.
  • Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP.
  • Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya.
  • Gagalnya ERP : Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik, Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya, Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru

Latar Belakang
  • Investasi ERP sangat mahal dan pilihan ERP yang salah bisa menjadi mimpi buruk
  • ERP yang berhasil digunakan oleh sebuah perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil di perusahaan yang lain
  • Perencanaan harus dilakukan untuk menyeleksi ERP yg tepat
  • Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, evaluasi pilihan ERP menghasilkan rekomendasi untuk tidak membeli ERP, tetapi memperbaiki Business Process yang ada
  • Tidak ada ‘keajaiban’ dalam ERP software. Keuntungan yang didapat dari ERP adalah hasil dari persiapan dan implementasi yang efektif
  • Tidak ada software atau sistem informasi yang bisa menutupi business strategy yang cacat dan business process yang ‘parah’
  • Secara singkat, tidak semua ERP sama kemampuannya dan memilih ERP tidaklah mudah (paling tidak, tidaklah sederhana), dan memilih ERP yang salah akan menjadi bencana yang mahal

Suksesor Penerapan

Syarat sukses memilih ERP Pengetahuan dan Pengalaman
  • Pengetahuan adalah pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan, jika segala sesuatunya berjalan lancar
  • Pengalaman adalah pemahaman terhadap kenyataan tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan kemungkinan munculnya permasalahan
  • Pengetahuan tanpa pengalaman menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan
  • Pengalaman tanpa pengetahuan bisa menyebabkan terulangnya atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan pemahaman yg cukup

Pemilihan Metodologi

Metodologi yang berkaitan dengn ERP
  • Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP
  • Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang penting organized, focused dan simple
  • Proses seleksi ini biasanya berkisar antara 5-6 bulan sejak dimulai hingga penandatanganan order pembelian ERP
  • Berikut ini adalah akivitas yg sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses pemilihan software ERP: analisa strategi bisnis, analisa sumber daya manusia, analisa infrastruktur dan analisa software

Analisa Strategi Usaha

Analisa Sumberdaya Manusia
  • Bagaimana komitment top management terhadap usaha untuk implementasi ERP?
  • Siapa yg akan mengimplementasikan ERP dan siapa yg akan menggunakannya?
  • Bagaimana komitmen dari tim implementasi?
  • Apa yg diharapkan para calon user thd ERP?
  • Adakah ERP champion yg menghubungkan top management dgn tim?
  • Adakah konsultan dari luar yg disiapkan untuk membantu proses persiapan?
Analisa Infrastruktur
  • Bagaimanakah kelengkapan infrastruktur yang sudah ada (overall networks, permanent office systems, communication system dan auxiliary system)
  • Seberapa besar budget untuk infrastruktur?
  • Apa infrastruktur yang harus disiapkan?
Analisa Perangkat Lunak
  • Apakah perangkat lunak tersebut cukup fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi perusahaan?
  • Apakah ada dukungan layanan dari penyedia, tidak hanya secara teknis tapi juga untuk kebutuhan pengembangan sistem di kemudian hari
  • Seberapa banyak waktu untuk implementasi yang tersedia
  • Apakah perangkat lunak memiliki fungsi yang bisa meningkatkan proses bisnis perusahaan
ERP

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business sites:

  • Copyright © JSC BOJONEGORO™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.